Astaga !!! Tumpahan Specy Mobil Molen, Dishub Dumai Terkesan Tutup Mata -->

News

Astaga !!! Tumpahan Specy Mobil Molen, Dishub Dumai Terkesan Tutup Mata

Minggu, 15 September 2019, 4:03 PM


Dumai (PantauNews.co.id) –  Salah satu faktor kerusakan jalan, dengan banyak melintasnya mobil mobil pengangkut cor beton curah (Ready Mix) disepanjang jalan baik jalan protokol maupun jalan jalan umum dimasyarakat. Pantauan awak media, seperti kejadian di Jalan Putri Tujuh, tepatnya disimpang lampu merah Jalan Bumi Ayu, Minggu (15/09).
Akibat tumpahan sisa cor beton curah dari truk mixer pengangkut beton cor atau biasa disebut Truk Molen, yang melintasi jalan hotmix yang dibangun miliaran rupiah perkilo meter dirusak tanpa sanksi tegas.
Ironisnya, pemerintah melalui Dinas Perhubungan Kota Dumai seakan akan cuek melihat kondisi jalan jalan yang dilintasi oleh mobil yang memiliki tonase yang cukup tinggi. Ada beberapa perusahaan Ready Mix yang beroperasi di Kota Dumai, baik perusahaan swasta dan malahan ada juga milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Dumai.
Salah satu masyarakat tempatan yang dijumpai mengatakan, tumpahan sisa cor beton curah telah lama membeku dijalan tersebut. “Infonya, ada pengendara yang hampir terpental, saat lampu hijau menyala,” ujar masyarakat.
Pantauan wartawan juga terjadi dijalan-jalan di Kota Dumai lainnya , seperti di simpang Jalan Tegalega. Tumpahan ready mix atau speci yang jatuh dijalan ini telah membeku dan bahkan mengakibatkan jalan hotmix menjadi rusak.
Tumpahan sisa beton cor di jalan raya pasti berasal dari truk tronton ready mix, artinya tidak sulit untuk penindakan. Paling tidak Dinas Perhubungan harus lebih pro aktif mengundang perusahaan-perusahaan readymix minta pertanggungjawaban mereka.
Akibatnya, kerusakan jalan akibat tumpahan ready mix dari truk molen semakin menjadi-jadi. Hampir semua ruas jalan terutama jalan protokol di Kota Dumai dan ruas di daerah lainnya rusak akibat tumpahan speci.
Ketika dikonfirmasi Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Asnar SP M.Si, namun sampai berita ini diterbitkan, belum juga dapat dimintai keterangan.
Penulis : Edriwan




TerPopuler