03 Oct 2026IndeksRSS
01Dari BIN ke Polda Riau, Ini Rekam Jejak Irjen Pol Arman Achdiat02Bukan Sekadar Patroli, Satpol PP Dumai Didesak Tindak THM yang Diduga Melanggar03SHGB Tak Kunjung Diterima, Kartika Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Polda Riau04Dua Hari Digelar, Chandra Abdul Gani Cup 1 Jadi Ajang Silaturahmi dan Pembinaan Futsal05Pelindo Group Dumai Implementasikan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Kerja06Raja Juli Antoni Dorong Tanjung Leban Bengkalis Jadi Labotarium Hidup Restorasi Gambut dan Karhutla07Farid Padang: Mulai 1 Oktober, Pelindo Terbitkan Nota Layanan di 16 Terminal Petikemas08Struktur Grup Disederhanakan, Pelindo Targetkan 21 Entitas Usaha09Turun ke Dumai, Sunaryo: Semoga Banjir Segera Mereda, Warga Kembali Beraktivitas Normal10Terduga Pelaku Curat Tak Berkutik, Dua HP Korban yang Raib Berhasil Ditemukan Polisi11Aksi Tengah Malam Dipergoki Warga, Polsek Sungai Sembilan Ringkus Dua Terduga Pelaku12Rutan Dumai Perkuat Deteksi Dini, Kamar Hunian Warga Binaan Diperiksa Rutin13Pelindo Dumai Apresiasi Danlanal Cup II, Jadikan Olahraga sebagai Ruang Perkuat Kebersamaan14Rumah PAN Jadi Lokasi Pengungsian, PAN Dumai Bagikan Nasi Bungkus untuk Warga01Dari BIN ke Polda Riau, Ini Rekam Jejak Irjen Pol Arman Achdiat02Bukan Sekadar Patroli, Satpol PP Dumai Didesak Tindak THM yang Diduga Melanggar03SHGB Tak Kunjung Diterima, Kartika Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Polda Riau04Dua Hari Digelar, Chandra Abdul Gani Cup 1 Jadi Ajang Silaturahmi dan Pembinaan Futsal05Pelindo Group Dumai Implementasikan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Kerja06Raja Juli Antoni Dorong Tanjung Leban Bengkalis Jadi Labotarium Hidup Restorasi Gambut dan Karhutla07Farid Padang: Mulai 1 Oktober, Pelindo Terbitkan Nota Layanan di 16 Terminal Petikemas08Struktur Grup Disederhanakan, Pelindo Targetkan 21 Entitas Usaha09Turun ke Dumai, Sunaryo: Semoga Banjir Segera Mereda, Warga Kembali Beraktivitas Normal10Terduga Pelaku Curat Tak Berkutik, Dua HP Korban yang Raib Berhasil Ditemukan Polisi11Aksi Tengah Malam Dipergoki Warga, Polsek Sungai Sembilan Ringkus Dua Terduga Pelaku12Rutan Dumai Perkuat Deteksi Dini, Kamar Hunian Warga Binaan Diperiksa Rutin13Pelindo Dumai Apresiasi Danlanal Cup II, Jadikan Olahraga sebagai Ruang Perkuat Kebersamaan14Rumah PAN Jadi Lokasi Pengungsian, PAN Dumai Bagikan Nasi Bungkus untuk Warga

Dari BIN ke Polda Riau, Ini Rekam Jejak Irjen Pol Arman Achdiat

Dari BIN ke Polda Riau, Ini Rekam Jejak Irjen Pol Arman Achdiat
Kapolda Riau baru Irjen Pol Arman Achdiat

ONLINERIAU.COM — Tongkat komando Kepolisian Daerah (Polda) Riau segera berpindah tangan. Irjen Pol Arman Achdiat ditunjuk sebagai Kapolda Riau menggantikan Irjen Pol Herry Heryawan yang mendapat penugasan baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Achmadi membenarkan adanya rotasi tersebut dan menyebut mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.

Sebelum dipercaya memimpin Polda Riau, Arman merupakan perwira tinggi Polri yang menjalani penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN). Ia mulai menjalani penugasan tersebut sejak 31 Januari 2025 dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi.

Arman lahir di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 20 Desember 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1992. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri.

Perjalanan karier Arman di kepolisian terbilang panjang. Ia mengawali pengabdiannya antara lain di bidang lalu lintas sebelum kemudian memperluas pengalaman di bidang kewilayahan, reserse, manajemen operasional hingga intelijen.

Pada 28 Januari 2002, Arman dipercaya menjabat Kasat Lantas Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau. Dua tahun kemudian, ia ditugaskan sebagai Kapolsek Metro Tanjung Duren, Polres Metro Jakarta Barat.

Pada 2005, Arman menjabat Kapolsek Metro Penjaringan, Polres Metro Jakarta Utara. Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Polda Metro Jaya, antara lain sebagai Ses Spripim Polda Metro Jaya pada 2006, Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya pada 2007, serta Kasubdit Bingakkum Ditlantas Polda Metro Jaya pada 2008.

Memasuki 2009, Arman mulai mendapat penugasan di bidang reserse. Ia dipercaya sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, kemudian Kasatops III Ditreskrim Polda Jawa Barat pada 2010 dan Kasubdit 4 Ditreskrimsus Polda Jawa Barat pada 2011.

Pada tahun yang sama, Arman dipercaya memimpin Polres Sumedang sebagai Kapolres. Selanjutnya, pada 31 Januari 2012, ia ditunjuk sebagai Kapolres Karawang.

Karier Arman kemudian berkembang ke tingkat Mabes Polri. Pada 2013, ia dipercaya menjabat Kasubbagren Bagrenmin Sops Polri. Dua tahun berselang, ia mendapat penugasan sebagai Kasiagaops A Rodalops Sops Polri.

Pengalaman di bidang lalu lintas kembali menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Pada 25 Agustus 2017, Arman ditunjuk sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Nusa Tenggara Barat.

Pada 7 Juni 2018, ia kembali menjalankan jabatan tersebut sebelum kemudian ditugaskan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Regident Korlantas Polri pada 28 Oktober 2018.

Pada 1 Mei 2020, Arman dipercaya menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah. Namun, beberapa bulan kemudian ia kembali bertugas di lingkungan Korlantas Polri sebagai Kasubditdikmas Ditkamsel pada 3 Agustus 2020.

Babak baru perjalanan karier Arman dimulai ketika ia mendapat penugasan di BIN pada 31 Januari 2025. Saat itu, ia menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi atau bintang satu.

Kini, melalui mutasi Polri Oktober 2026, Arman dipercaya mengemban jabatan sebagai Kapolda Riau. Bersamaan dengan penugasan tersebut, pangkatnya menjadi Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.

Arman menggantikan Herry Heryawan yang selanjutnya mendapat tugas sebagai Kabaharkam Polri. Herry diketahui menjabat Kapolda Riau sejak Maret 2025 sebelum mendapat penugasan baru tersebut.

Pergantian pucuk pimpinan Polda Riau ini menjadi bagian dari rotasi dan mutasi jajaran perwira tinggi Polri yang ditetapkan melalui Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026.

Saya sudah menyelaraskan naskah dengan informasi mutasi terbaru yang terbit 3 Oktober 2026. Beberapa bagian saya rapikan agar lebih faktual, kronologis, dan mengalir sebagai berita profil. Penunjukan Arman dan pergantian Herry Heryawan juga telah dikonfirmasi sejumlah sumber, termasuk Media Center Riau dan RRI.

Naskah yang disempurnakan

PEKANBARU — Tongkat komando Kepolisian Daerah (Polda) Riau segera berpindah tangan. Irjen Pol Arman Achdiat ditunjuk sebagai Kapolda Riau menggantikan Irjen Pol Herry Heryawan yang mendapat penugasan baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Achmadi membenarkan adanya rotasi tersebut dan menyebut mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.

Sebelum dipercaya memimpin Polda Riau, Arman merupakan perwira tinggi Polri yang menjalani penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN). Ia mulai menjalani penugasan tersebut sejak 31 Januari 2025 dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi.

Arman lahir di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 20 Desember 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1992. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri.

Perjalanan karier Arman di kepolisian terbilang panjang. Ia mengawali pengabdiannya antara lain di bidang lalu lintas sebelum kemudian memperluas pengalaman di bidang kewilayahan, reserse, manajemen operasional hingga intelijen.

Pada 28 Januari 2002, Arman dipercaya menjabat Kasat Lantas Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau. Dua tahun kemudian, ia ditugaskan sebagai Kapolsek Metro Tanjung Duren, Polres Metro Jakarta Barat.

Pada 2005, Arman menjabat Kapolsek Metro Penjaringan, Polres Metro Jakarta Utara. Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Polda Metro Jaya, antara lain sebagai Ses Spripim Polda Metro Jaya pada 2006, Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya pada 2007, serta Kasubdit Bingakkum Ditlantas Polda Metro Jaya pada 2008.

Memasuki 2009, Arman mulai mendapat penugasan di bidang reserse. Ia dipercaya sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, kemudian Kasatops III Ditreskrim Polda Jawa Barat pada 2010 dan Kasubdit 4 Ditreskrimsus Polda Jawa Barat pada 2011.

Pada tahun yang sama, Arman dipercaya memimpin Polres Sumedang sebagai Kapolres. Selanjutnya, pada 31 Januari 2012, ia ditunjuk sebagai Kapolres Karawang.

Karier Arman kemudian berkembang ke tingkat Mabes Polri. Pada 2013, ia dipercaya menjabat Kasubbagren Bagrenmin Sops Polri. Dua tahun berselang, ia mendapat penugasan sebagai Kasiagaops A Rodalops Sops Polri.

Pengalaman di bidang lalu lintas kembali menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Pada 25 Agustus 2017, Arman ditunjuk sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Nusa Tenggara Barat.

Pada 7 Juni 2018, ia kembali menjalankan jabatan tersebut sebelum kemudian ditugaskan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Regident Korlantas Polri pada 28 Oktober 2018.

Pada 1 Mei 2020, Arman dipercaya menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah. Namun, beberapa bulan kemudian ia kembali bertugas di lingkungan Korlantas Polri sebagai Kasubditdikmas Ditkamsel pada 3 Agustus 2020.

Babak baru perjalanan karier Arman dimulai ketika ia mendapat penugasan di BIN pada 31 Januari 2025. Saat itu, ia menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi atau bintang satu.

Kini, melalui mutasi Polri Oktober 2026, Arman dipercaya mengemban jabatan sebagai Kapolda Riau. Bersamaan dengan penugasan tersebut, pangkatnya menjadi Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.

Arman menggantikan Herry Heryawan yang selanjutnya mendapat tugas sebagai Kabaharkam Polri. Herry diketahui menjabat Kapolda Riau sejak Maret 2025 sebelum mendapat penugasan baru tersebut.

Pergantian pucuk pimpinan Polda Riau ini menjadi bagian dari rotasi dan mutasi jajaran perwira tinggi Polri yang ditetapkan melalui Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026. (*)