13 Oct 2026IndeksRSS
01Pelindo Perkuat Fundamental Bisnis, Regional 1 Dumai Didorong Jadi Motor Pertumbuhan02Perkuat Kemandirian WBP, Rutan Dumai Lanjutkan Program Pertanian Berkelanjutan03Tes Urine 11 Pria Positif Metamfetamina, Polres Dumai Lanjutkan Pemeriksaan04Razia Gabungan THM Dumai Jadi Sorotan, Pengawasan Dipertanyakan setelah Petugas Pulang05Tengah Kebutuhan Pokok, PT Musim Mas Tawarkan Sunco Rp20 Ribu per Liter06Kapal Asing Berbendera Mali Dipotong di Pesisir Mundam, KSOP Dumai Dikabarkan Keluarkan Peringatan Kedua07Akses PT Agro Murni Diblokir, Koperasi SSMS Soroti Kepastian Hukum Investasi08Taman Lalu Lintas Dumai Diduga Berubah Fungsi, DPRD Diminta Turun Tangan09Yasman Dipercaya Nahkodai Sementara DPC KAI Kota Dumai10Penambahan Armada Penyeberangan Dumai Rupat Disambut Positif Masyarakat Pulau Rupat11Kadispertaru Sebut Gudang di Tengah Kota Tak Dibenarkan, Kok Dibiarkan?12Pelindo Dumai Dukung Pembinaan K3 TKBM, Operasional Bongkar Muat Dituntut Makin Aman13Bukan Pekanbaru atau Dumai, Berikut Nama Wali Kota yang Disebut di Perkara Dugaan Penipuan di Polda Riau14Soal Dugaan FABA dan SBE di Kawasan Wilmar Dumai, DPK ALUN: Jangan Biarkan Publik Terus Berspekulasi01Pelindo Perkuat Fundamental Bisnis, Regional 1 Dumai Didorong Jadi Motor Pertumbuhan02Perkuat Kemandirian WBP, Rutan Dumai Lanjutkan Program Pertanian Berkelanjutan03Tes Urine 11 Pria Positif Metamfetamina, Polres Dumai Lanjutkan Pemeriksaan04Razia Gabungan THM Dumai Jadi Sorotan, Pengawasan Dipertanyakan setelah Petugas Pulang05Tengah Kebutuhan Pokok, PT Musim Mas Tawarkan Sunco Rp20 Ribu per Liter06Kapal Asing Berbendera Mali Dipotong di Pesisir Mundam, KSOP Dumai Dikabarkan Keluarkan Peringatan Kedua07Akses PT Agro Murni Diblokir, Koperasi SSMS Soroti Kepastian Hukum Investasi08Taman Lalu Lintas Dumai Diduga Berubah Fungsi, DPRD Diminta Turun Tangan09Yasman Dipercaya Nahkodai Sementara DPC KAI Kota Dumai10Penambahan Armada Penyeberangan Dumai Rupat Disambut Positif Masyarakat Pulau Rupat11Kadispertaru Sebut Gudang di Tengah Kota Tak Dibenarkan, Kok Dibiarkan?12Pelindo Dumai Dukung Pembinaan K3 TKBM, Operasional Bongkar Muat Dituntut Makin Aman13Bukan Pekanbaru atau Dumai, Berikut Nama Wali Kota yang Disebut di Perkara Dugaan Penipuan di Polda Riau14Soal Dugaan FABA dan SBE di Kawasan Wilmar Dumai, DPK ALUN: Jangan Biarkan Publik Terus Berspekulasi

Pelabuhan Dumai Dikembangkan Jadi Pusat Alih Muat Kargo di Selat Malaka

Pelabuhan Dumai Dikembangkan Jadi Pusat Alih Muat Kargo di Selat Malaka
Foto: ist

ONLINERIAU.COM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo berencana mengembangkan Pelabuhan Dumai menjadi Dumai Transshipment Hub sebagai upaya memperkuat konektivitas logistik nasional dan meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di jalur perdagangan internasional.

Dalam siaran pers diterima, Jumat (25/9/2026), pengembangan tersebut memanfaatkan posisi strategis Pelabuhan Dumai yang berada di pesisir timur Pulau Sumatera dan berhadapan langsung dengan Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Didukung kedalaman alur pelayaran yang memadai, kawasan industri, serta potensi pengembangan lahan, Dumai dinilai memiliki prospek menjadi simpul distribusi kargo di wilayah barat Indonesia.

Selain mendukung arus ekspor dan impor, pengembangan Pelabuhan Dumai juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik melalui konsolidasi muatan (cargo consolidation) sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan industri di Sumatera.

Direktur Pengembangan Usaha Pelindo, Prasetyo, mengatakan Dumai memiliki lokasi yang sesuai untuk dikembangkan sebagai pelabuhan internasional dan pusat transshipment (bongkar muat/alih muat). Dumai memilki posisi strategis yang berdekatan dengan Selat Malaka sebagai jalur maritim global.

Konsep pengembangan ini bukan ditujukan untuk menjadi kompetitor langsung bagi Singapura. Pengembangannya diarahkan untuk menangkap potensi pasar peti kemas yang belum dilayani atau tidak dapat dilayani melalui Singapura, ujarnya pada Selasa (22/9/2026).

Selain pasar internasional, Dumai juga diarahkan untuk menangkap kargo bongkar muat dalam skala domestik. Selain dari Provinsi Riau, juga dari Sumatera Selatan dan Pulau Jawa.

“Fokus pengembangan Dumai adalah menangkap potensi pasar transshipment yang belum atau tidak dapat dilayani melalui hub regional, sekaligus mengonsolidasikan kargo transshipment yang berasal dari Indonesia,” ujar Prasetyo.

Melalui inisiatif ini, Pelindo berharap Pelabuhan Dumai mampu memperkuat peran Indonesia dalam jaringan pelayaran internasional sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan investasi di kawasan pesisir timur Sumatera. (adv)